Jumat, 03 September 2010

Alih Fungsi Jembatan di Separator Busway

from my chronicle today

jembatan penyeberangan merangkap separator busway di daerah gue sudah BERALIH FUNGSI; dari jembatan untuk orang MENJADI jembatan penyeberangan untuk SEPEDA MOTOR.

SEBEEEEELLLL!!!

Rasanya pengen ajuin pengaduan ke pihak berwajib karena keadaan ini mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Jembatan penyeberangan itu jadi rusak dan awut-awutan karena dilintasi oleh motor2 (baca: tidak sesuai peruntukannya).

PArahnya, pengendara motor yang lewat situ serasa 'yang punya jalan' Mungkinkah pembuat jembatan itu adalah nenek moyangnya jadi bisa semena-mena begitu? Gue nulis ini karena hal ini setiap hari gue alami dan gue udah kesel dibuatnya. Dan yang gue ngga suka adalah sikap arogan para pengendara motor yang melintasi jalur yang bukan miliknya ini.

>setiap pejalan kaki pasti akan diklaksonin "TIIINN TIIINN" dengan ngga sabar. Hello??! Wei?! Ni hao?! Ini jalan untuk siapa? Kok Anda yang klakson?

>setelah diklakson, pejalan kaki 'dipaksa' minggir untuk kasih mereka jalan.

>kalo pejalan kaki ngga minggir, pasti akan diomongin "WOOOII YANG BENER KALO JALAN" (ini ngga semua pengendara kok)
eeeehhh siapa juga yang salah.. loe kali.. jalanan orang dipake buat motor..

MEnding ya kalo yang diklakson itu orang muda. Pernah satu kali ada nenek-nenek lagi jalan, diklakson terus sama yg naik motor. Aduh parah mental ini orang.. Ngga liat ya yang lagi jalan itu orang tua? Apakah dia ngga merasa kalo dia udah tua dan pasti akan tertatih-tatih begitu juga?? batin gue.
Saking udah ngga sabar dan emosi gue teriakin aja ini orang (anak SMA kok, jadi bodo amat gue ocehin, seumuran ini) "eh nyadar dong yang lu klakson tuh orang tua!! lagian ini bukan jalanan loe kali!" fiuh lega juga udah teriakin orang.

Kalo melihat kasus ini, yang perlu koreksi diri itu pengendara motornya, pejalan kaki, dan juga DISHUB.
>pengendara motor harusnya sadar kalo ini bukan jalurnya. JAdi mereka harus menghargai pejalan kaki
>pejalan kaki harus memanfaatkan fasilitas ini. 'kan dibangun biar menyeberang dgn selamat, jangannya nyeberang di jalanan lah
>DISHUB juga harus mempertimbangkan peletakan U'Turn. Jarak U-Turn dari halte ini emang jauh banget, wajar aja motor-motor males lewat jalur sejauh itu.

Ada aksi, ada reaksi. Yah.., sekilah protes kecil-kecilan gue.. Kalo bisa jangan sampe ada kasus ini di separator lainnya ya..

menabung kebaikan

from my chronicle today

bisa dibilang dalam kasus gue masa-masa di SMA itu merupakan masa2 yang penuh tantangan, struggle, dan lebih mengarah ke pembelajaran. Jadi anggep aja masa2 SMP gue itu adalah "SMA"nya orang-orang. Aneh, tapi kalo gue pikir2 iya juga sih. Secara, di SMA gue bener2 menemui tantangan hidup yang sebenarnya selama 3 tahun ini. Tantangan yang sama sekali ngga gue dapat di SMP, dan nilai pembelajarannya bener-bener mendewasakan mental gue secara ngga langsung.

Salah satunya, jujur, di kelas 3 ini adalah masa paling sulit dari 3 taon gue di SMA. Kelas 1, gue menemukan 'my true friends' or 'true fellows' yang melengkapi true fellows gue di SMP. Kelas 2, rata-rata bisa menguasai plajaran (ngga se-merah di kelas 1, haha). Kelas 3, ini nih.. temen2 IPS gue semua di kelas sebelah, gue sekelas sama tmn yg dari kelas 1 mampu mengintimidasi gue walaupun ga terang-terangan. Ditambah lagi udah mau ujian, dan persiapannya lumayan bikin 'mblenger' karenaa ditambah latian SoMus yang menumpukk.. ouch

Anyway, intinya adalah saat ini gue sdg struggle krn temen gue ini.. dia ini duduk sama gue dan.., hampir satu kelas kurang suka sama dia. Well, memang dia murid SMA tapi cara dia menempatkan diri masih kyk di SD; serba tergantung, spoil, dan belum bisa 'baca orang'. Sebenernya dia baik, cuma di usia ini 'kan ngga bisa lagi minta pemakluman dari orang lain terus-menerus, udah sewajarnya di usia SMA udah mulai mandiri n berinisiatif. The problem is, dia sibuk sendiri waktu guru ngejelasin materi 9pdhl udh diingetin tuh) jadinya waktu bikin tugas dia nanya 'mulu.. apalagi dia termasuk tipe yg 'harus dijelasin scr detail baru ngerti' yah sebagai anak SMA biasa gw merasa terganggu gitu loh.. ckck
Kadang gue juga sedih kalo udh mulai tugas kelompok. Gue terpaksa harus 'settle' n memisahkan diri dari dia sebab.., kalo gue 'satu paket' sama dia, ga akan ada yg mau sekelompok! Aduh gawat! di sisi laen gue pengen settle, tapi kasian juga sih. JAdi.., terpaksa gue bantuin dia dulu sampe dapet kelompok. Merepotkaaannnn

Saking udah fed up dgn problem ini, curhatlah gue ke temen gue dan gue mendapatkan istilah ini; 'menabung kebaikan'. Dan gue akui ini sangat sangat susah sekali pelaksanaannya. Emang, menurut ajaran Katolik dikatakan juga; "barang siapa melakukannya untuk saudaraKu yang paling hina ini, dia melakukannya untuk Aku". (sorry gue lupa perikopnya)

Tapi gue akui ini emang paliing susah gue lakukan saat ini. Karena gue juga pengen berbaur sama anak-anak laen, apalagi ini udah kelas 3 dan (kebetulan dinamika kelas gue kurang bagus.) Temen gue ini emang menyarankan gue untuk 'menabung kebaikan' ke anak itu. Tapi emang susah sekali prakteknya... YAng bisa gue lakukan sekarang cuma men-camkan hal itu baik-baik. Toh tinggal berapa bulan lagi di kelas 3. Gue cuma mau survive dan membebaskan pikiran gue.

Ya.., wish me luck! :)
I'll help her if I could, but I'll show them that they shouldn't generalize me to her

Selasa, 24 Agustus 2010

a bit poem

from my chronicle today

Rindu
Rindu dalam kalbu
Rindu di malam biru

Berkelana segala angan
Berkelebat seluruh ingatan
Namun tidak sepadan
Dengan yang kurasakan

Rindu
Rindu akan rasa
Rindu akan asa
Rindu

Hanya bayang semu
Memesona
Namun maya

Senyummmu
Tatapanmu
Hanya itu yang menyesatkanku
Dalam memoriku

Sekalipun itu bukan untukku
Tetaplah aku rindu

Hanya itu
Yang dapat kuberi untukmu!

copyright: melisanatasha2010

hanya puisi

from my chronicle today

Pilu
Pilu menekan sukma
Menghantam hati yang nestapa

Pilu
Bak luka menganga
Mengiris sedalam belanga

Menepis asa
Yang nyaris binasa
Punah
Ditelan resah

Terlelap aku dalam pilu
Tercabik aku dalam rintihanku
Sesak nafasku
Sesal hatiku

Pilu
Aku pilu...


copyright: melisanatasha2010

Senin, 16 Agustus 2010

lalalala

from my chronicle today

I wonder why my love always stands on its own side
Until it dimmmed by itself
I kept wondering
When it would find its pair
To stand together in every sorrows and happiness
To encourage each other when onfe of them fall

My whisper is just mine
And my pounding heart is only for my sense
Nobody realize
Wheter I was crying or laughing

I wonder when I would get the miracle
Which I had waited for a long time
I wonder how it would be
I wonder what it could be

I always try not to be selfish and diminish all my selfishness
although it really hurts
I wonder how my heart could examine itself
I wonder how it would work much better when it finds its pair

I am wondering a wonderful wonder
I wonder..

Sabtu, 14 Agustus 2010

Menertawakan dan Ditertawakan

from my chronicle today

Akhirnya ada kesempatan lagi buat nulis sesuatu di blog gue tercinta.. ahahah..
Posting kali ini gue sengaja menulis topik yang erat banget dengan kehidupan kita, ya.., yaitu; menertawakan (orang lain) vs ditertawakan (oleh orang lain). Memang kesannya sepele banget, dan kedua hal ini sering kita alami sehari-hari. Tapi taukah Anda bahwa ada sebuah 'monster' dibalik kedua hal ini?

Saya menulis ini berdasarkan pendapat saya pribadi dan nggak bermaksud menggurui lho.. Yang jelas, ini adalah semacam 'curhat' sekaligus protes kecil-kecilan saya sehubungan dengan kedua hal ini. Well, enjoy it!

1st round: Menertawakan

Menertawakan scr bahasa Indonesia menggunakan partikel me-an yang fungsinya menunjukkan suatu aksi/pekerjaan yang ditujukan pada diri sendiri atau pada orang lain. Pokoknya ada suatu objek yang dituju lah. Kata dasarnya adalah tertawa; reaksi akan suatu hal yang lucu, konyol, dst, secara harafiah.

NAmun, ada apa sebenarnya dibalik itu semua?

>> Possitive Impression
Menertawakan secara positif adalah menertawakan dalam arti sebenarnya. Menertawakan pelawak di acara TV, menertawakan tingkah laku teman yang kocak, dst. Bedanya, menertawakan versi ini adalah sebuah reaksi atas suatu kekonyolan, tanpa ada maksud buruk kepada orang yang ditertawakan.

>> Negative Impression
Menertawakan di sini memang sebuah reaksi atas hal yang konyol, namun 'menertawakan' yang ini adalah; tertawa sekaligus mengejek. Tawa yagn mengejek. Begitulah kira-kira.
Yang saya alami suatu hari adalah ketika seisi kelas menertawakan salah seorang teman saya (yang dianggap 'lebih rendah'/geek/'prik') ketika tulisannya dievaluasi oleh guru Bahasa Indonesia.

Yang mau saya kritik adalah; kenapa seisi kelas (saya sih ngga ketawa lho :D ) menertawakan dia? Mengapa mengejek dia? Padahal, nilai mereka sendiri JELEK-JELEK waktu mereka menyebutkan nilai mereka ke Pak Guru. Nilai mereka ngga melampaui SKBM dan karangan mereka sendiri juga banyak 'dicoret' oleh guru kami? Okelah, mereka boleh ngakak sepuasnya kalo kemampuan berbahasa mereka udah setingkat guru kami. Tapi, mereka pun belum bisa menghasilkan nilai bagus. So??

Ini terjadi karena tidak adanya pemahaman pd teman saya yang ditertawakan ini. Teman saya ini pernah cerita kalo dia emang agak 'lemah' di bidang bahasa Indonesia, dan waktu mengerjakan ulangan ini dia sedang ngga fokus. Jadi, wajar dong kalau karangannya kacau? Lalu, kenapa harus ditertawakan karena dia 'berbeda' dari yang lain?
Hei teman, ini berdampak buruk untuk psikologis dia lho. KAlian tahu ngga? Semakin kalian menertawakan orang lain, orng tersebut akan semakin terpuruk dan merasa ngga berarti kalo dia merespon secara negatif. Kalo orang itu nekat, kebayang 'kan tindakan apa yang bakal dia buat?? Efek sampingnya sangat, sangat parah kalau Anda mau berpikir lebih jauh.

>>Tips2 agar tidak menertawakan
Saya punya tips sederhana yang selalu saya pegang walaupun susah untuk melaksanakannya.
1. Membiasakan diri untuk memahami orang lain yang 'berbeda'
2. Mengenal karakter dia. Kalo emang dia 'kebal, ya.. okelah. Tapi kalo dia agak sensitif ya jangan diketawain lah..
3. Selalu up to date dalam mengevaluasi kelemahan diri sendiri. Kalo emang sama2 belum mampu, ya jangan ketawain orang lah.. haiyya


2nd round: Ditertawakan
Ini nih kebalikannya yang tadi. Saat ini anggaplah Anda dalam posisi ditertawakan.
Tunggu dulu, ditertawakan kenapa? Kalo ditertawakan karena Anda melawak atau tindakan konyol Anda yang tidak disengaja, ya terimalah.
Tapi, bagaimana kalo kelemahan Anda yang ditertawakan?

Kadang Anda bisa merasakan sendiri ketika Anda ditertawakan orang lain, apalagi mereka menertawakan Anda dengan maksud mengejek. Sakit hatikah Anda? Atau, marahkah Anda? Tentu saja. Reaksi itu pasti muncul walau tidak kita tunjukkan. Se-slow apapun pasti reaksi itu muncul walau dalam bentuk, "Idiihh.. apaan sih lu?", atau, "Yee.., sirik aja deh.."

Reaksi diatas muncul apabila Anda memiliki pengendalian diri yang baik. Anda dapat menyikapi cemooh dengan baik dan positif.

Dalam kasus teman saya, dia masih belum se-mapan anak SMU lainnya, sehingga belum bisa menghibur dirinya sendiri.Dia butuh bantuan orang lain untuk membangkitkan semangatnya. Inilah yang harus diolah sejak awal; pengendalian diri yang kuat dan keteguhan hati dalam menerima segala bentuk cemooh.

>> Tips2 ketika menghadapi cemooh:
1. Take it easy. Jangan terlalu sensitif menanggapi cemooh, tapi 'larutkan' cemooh dalam pikiran yang rasional.
2. Setelah tenang, evaluasikan cemooh tersebut. Kalau 'membangun', buktikan pada kesempatan berikutnya. Kalau cemoohnya 'ngga mutu' ya.., buang aja jauh-jauh. Ngga guna!

Sekianlah tulisan ini, semoga berguna bagi pembaca sekalian.... :)

Jumat, 13 Agustus 2010

pengalaman berharga

from my chronicle today

lega rasanya kalo udh melakukan sesuatu sesuai kata hati. Sekedar share, ini hal yg gue alami hari ini.

Waktu pulang sekolah gue udah mulai was-was karena lagi mendung. Gue males aja kalo ujan, secara gw ga bawa sandal jepit gitu. Yaudah akhirnya gue melewati rute 'biasa'. Eh, tau-tau ada anak kucing lari, lari ke arah got. Dia lompat ke got.........., dan 'nyangkut' di kursi kayu reot di atas got. Dia ga bisa keluar. Awalnya, gw kira dia cuma kecebur, tapi ternyata.... oh Tuhan.., kulit kakinya itu robek! Astaga....

Akhirnya ada tukang ojek di deket situ yang bantuin gue keluarin si kucing. Ternyata bener, kakinya si kucing itu kayak habis dibacok. Oh Tuhan.. Kami sempat mikir kalo kakinya ketabrak kendaraan, tapi jelas banget ada luka bekas pisau di kaki kucing itu. Untungnya tulangnya ngga kenapa-kenapa. Cuma kulitnya yang robek. Gue udah mikir, "apa gue bawa ke dokter hewan ya?" tp di deket sekolah gue ga ada dokter hewan, dan yang pasti, tadi duit gue cuma sisa Rp 1500 perak. Yaelah mau beli apa coba? Itu aja mau gue pake buat naik bis. Waduh gimana ya..? Eh, ternyata tukang ojek itu perhatiin gelagat si kucing yang ngeliatin air got; yang artinya itu kucing haus. Yaudah daripada dia minum air got terus ga bisa naik lagi, gue kasih aja aqua gelas.

Tapi kebingungan gue belum berhenti di sini.
Gimana caranya ngobatin kaki si kucing??
Yah akhirnya gue kerjasama sama abang tukang ojek. Dia jagain kucingnya, terus gue cari betadine. Gue pun tanya ke warung pulsa langganan gue. Tadinya gue udah bilang sama si tante kalo gue mau utang dulu. Eh, rupanya dia ada betadine cadangan, dan akhirnya gue dipinjemin. Aaaa!! Akhirnya!! HAbis itu si kucing pun diobati. Ampun dah susah banget ngobatin kucing. Dia mneronta-ronta padahal ga akan diapa-apain. Aduuhh! Wajar sih mungkin aja dia takut n parno. (bisa ya kucing parno?? haha)

Dan syukur pd Tuhan tulang si kucing ga kenapa-kenapa. Dengan dibantu abang ojek, si kucing berhasil di-betadine-ni. Aduh bahasa gue udah ngawur dah, hahaha.. :p
Akhirnya si kucing udah seger dikit walaupun pasti recovery-nya bisa lama banget. Gue cuma bantu doa aja biar si kucing cepet sembuh. Aminn

Anyway hari ini gw seneng karena gue ngga berjuang sendiri menghadapi peristiwa tadi. Ada abang ojek yang ngebantuin, ada tante yang kasih betadine, dan ada anaknya si tante yang bantuin gue pegangin kucingnya. Syukurlah dalam keadaan begini orang-orang di sekitar gue 'menerima' pesan gue yang minta tolong bantuan mereka. Hari ini gue belajar kalo kita semua saling berkaitan walaupun ngga kenal. Kita saling butuh!

Maka itu mulai sekarang, mari tingkatkan penghargaan kita pd semuanya, karena harmoni kehidupan tidak bisa didapatkan hanya dengan perjuangan sendiri.

Oya, jangan kasar-kasar deh sama binatang, 'kan kasian tuh kalo kejadiannya kyk tadi... hwhwhw