from my chronicle today
Rindu
Rindu dalam kalbu
Rindu di malam biru
Berkelana segala angan
Berkelebat seluruh ingatan
Namun tidak sepadan
Dengan yang kurasakan
Rindu
Rindu akan rasa
Rindu akan asa
Rindu
Hanya bayang semu
Memesona
Namun maya
Senyummmu
Tatapanmu
Hanya itu yang menyesatkanku
Dalam memoriku
Sekalipun itu bukan untukku
Tetaplah aku rindu
Hanya itu
Yang dapat kuberi untukmu!
copyright: melisanatasha2010
"kebahagiaan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai; dicintai karena diri kita sendiri, atau tepatnya,dicintai seperti apapun diri kita" Victor Hugo
Selasa, 24 Agustus 2010
hanya puisi
from my chronicle today
Pilu
Pilu menekan sukma
Menghantam hati yang nestapa
Pilu
Bak luka menganga
Mengiris sedalam belanga
Menepis asa
Yang nyaris binasa
Punah
Ditelan resah
Terlelap aku dalam pilu
Tercabik aku dalam rintihanku
Sesak nafasku
Sesal hatiku
Pilu
Aku pilu...
copyright: melisanatasha2010
Pilu
Pilu menekan sukma
Menghantam hati yang nestapa
Pilu
Bak luka menganga
Mengiris sedalam belanga
Menepis asa
Yang nyaris binasa
Punah
Ditelan resah
Terlelap aku dalam pilu
Tercabik aku dalam rintihanku
Sesak nafasku
Sesal hatiku
Pilu
Aku pilu...
copyright: melisanatasha2010
Senin, 16 Agustus 2010
lalalala
from my chronicle today
I wonder why my love always stands on its own side
Until it dimmmed by itself
I kept wondering
When it would find its pair
To stand together in every sorrows and happiness
To encourage each other when onfe of them fall
My whisper is just mine
And my pounding heart is only for my sense
Nobody realize
Wheter I was crying or laughing
I wonder when I would get the miracle
Which I had waited for a long time
I wonder how it would be
I wonder what it could be
I always try not to be selfish and diminish all my selfishness
although it really hurts
I wonder how my heart could examine itself
I wonder how it would work much better when it finds its pair
I am wondering a wonderful wonder
I wonder..
I wonder why my love always stands on its own side
Until it dimmmed by itself
I kept wondering
When it would find its pair
To stand together in every sorrows and happiness
To encourage each other when onfe of them fall
My whisper is just mine
And my pounding heart is only for my sense
Nobody realize
Wheter I was crying or laughing
I wonder when I would get the miracle
Which I had waited for a long time
I wonder how it would be
I wonder what it could be
I always try not to be selfish and diminish all my selfishness
although it really hurts
I wonder how my heart could examine itself
I wonder how it would work much better when it finds its pair
I am wondering a wonderful wonder
I wonder..
Sabtu, 14 Agustus 2010
Menertawakan dan Ditertawakan
from my chronicle today
Akhirnya ada kesempatan lagi buat nulis sesuatu di blog gue tercinta.. ahahah..
Posting kali ini gue sengaja menulis topik yang erat banget dengan kehidupan kita, ya.., yaitu; menertawakan (orang lain) vs ditertawakan (oleh orang lain). Memang kesannya sepele banget, dan kedua hal ini sering kita alami sehari-hari. Tapi taukah Anda bahwa ada sebuah 'monster' dibalik kedua hal ini?
Saya menulis ini berdasarkan pendapat saya pribadi dan nggak bermaksud menggurui lho.. Yang jelas, ini adalah semacam 'curhat' sekaligus protes kecil-kecilan saya sehubungan dengan kedua hal ini. Well, enjoy it!
1st round: Menertawakan
Menertawakan scr bahasa Indonesia menggunakan partikel me-an yang fungsinya menunjukkan suatu aksi/pekerjaan yang ditujukan pada diri sendiri atau pada orang lain. Pokoknya ada suatu objek yang dituju lah. Kata dasarnya adalah tertawa; reaksi akan suatu hal yang lucu, konyol, dst, secara harafiah.
NAmun, ada apa sebenarnya dibalik itu semua?
>> Possitive Impression
Menertawakan secara positif adalah menertawakan dalam arti sebenarnya. Menertawakan pelawak di acara TV, menertawakan tingkah laku teman yang kocak, dst. Bedanya, menertawakan versi ini adalah sebuah reaksi atas suatu kekonyolan, tanpa ada maksud buruk kepada orang yang ditertawakan.
>> Negative Impression
Menertawakan di sini memang sebuah reaksi atas hal yang konyol, namun 'menertawakan' yang ini adalah; tertawa sekaligus mengejek. Tawa yagn mengejek. Begitulah kira-kira.
Yang saya alami suatu hari adalah ketika seisi kelas menertawakan salah seorang teman saya (yang dianggap 'lebih rendah'/geek/'prik') ketika tulisannya dievaluasi oleh guru Bahasa Indonesia.
Yang mau saya kritik adalah; kenapa seisi kelas (saya sih ngga ketawa lho :D ) menertawakan dia? Mengapa mengejek dia? Padahal, nilai mereka sendiri JELEK-JELEK waktu mereka menyebutkan nilai mereka ke Pak Guru. Nilai mereka ngga melampaui SKBM dan karangan mereka sendiri juga banyak 'dicoret' oleh guru kami? Okelah, mereka boleh ngakak sepuasnya kalo kemampuan berbahasa mereka udah setingkat guru kami. Tapi, mereka pun belum bisa menghasilkan nilai bagus. So??
Ini terjadi karena tidak adanya pemahaman pd teman saya yang ditertawakan ini. Teman saya ini pernah cerita kalo dia emang agak 'lemah' di bidang bahasa Indonesia, dan waktu mengerjakan ulangan ini dia sedang ngga fokus. Jadi, wajar dong kalau karangannya kacau? Lalu, kenapa harus ditertawakan karena dia 'berbeda' dari yang lain?
Hei teman, ini berdampak buruk untuk psikologis dia lho. KAlian tahu ngga? Semakin kalian menertawakan orang lain, orng tersebut akan semakin terpuruk dan merasa ngga berarti kalo dia merespon secara negatif. Kalo orang itu nekat, kebayang 'kan tindakan apa yang bakal dia buat?? Efek sampingnya sangat, sangat parah kalau Anda mau berpikir lebih jauh.
>>Tips2 agar tidak menertawakan
Saya punya tips sederhana yang selalu saya pegang walaupun susah untuk melaksanakannya.
1. Membiasakan diri untuk memahami orang lain yang 'berbeda'
2. Mengenal karakter dia. Kalo emang dia 'kebal, ya.. okelah. Tapi kalo dia agak sensitif ya jangan diketawain lah..
3. Selalu up to date dalam mengevaluasi kelemahan diri sendiri. Kalo emang sama2 belum mampu, ya jangan ketawain orang lah.. haiyya
2nd round: Ditertawakan
Ini nih kebalikannya yang tadi. Saat ini anggaplah Anda dalam posisi ditertawakan.
Tunggu dulu, ditertawakan kenapa? Kalo ditertawakan karena Anda melawak atau tindakan konyol Anda yang tidak disengaja, ya terimalah.
Tapi, bagaimana kalo kelemahan Anda yang ditertawakan?
Kadang Anda bisa merasakan sendiri ketika Anda ditertawakan orang lain, apalagi mereka menertawakan Anda dengan maksud mengejek. Sakit hatikah Anda? Atau, marahkah Anda? Tentu saja. Reaksi itu pasti muncul walau tidak kita tunjukkan. Se-slow apapun pasti reaksi itu muncul walau dalam bentuk, "Idiihh.. apaan sih lu?", atau, "Yee.., sirik aja deh.."
Reaksi diatas muncul apabila Anda memiliki pengendalian diri yang baik. Anda dapat menyikapi cemooh dengan baik dan positif.
Dalam kasus teman saya, dia masih belum se-mapan anak SMU lainnya, sehingga belum bisa menghibur dirinya sendiri.Dia butuh bantuan orang lain untuk membangkitkan semangatnya. Inilah yang harus diolah sejak awal; pengendalian diri yang kuat dan keteguhan hati dalam menerima segala bentuk cemooh.
>> Tips2 ketika menghadapi cemooh:
1. Take it easy. Jangan terlalu sensitif menanggapi cemooh, tapi 'larutkan' cemooh dalam pikiran yang rasional.
2. Setelah tenang, evaluasikan cemooh tersebut. Kalau 'membangun', buktikan pada kesempatan berikutnya. Kalau cemoohnya 'ngga mutu' ya.., buang aja jauh-jauh. Ngga guna!
Sekianlah tulisan ini, semoga berguna bagi pembaca sekalian.... :)
Akhirnya ada kesempatan lagi buat nulis sesuatu di blog gue tercinta.. ahahah..
Posting kali ini gue sengaja menulis topik yang erat banget dengan kehidupan kita, ya.., yaitu; menertawakan (orang lain) vs ditertawakan (oleh orang lain). Memang kesannya sepele banget, dan kedua hal ini sering kita alami sehari-hari. Tapi taukah Anda bahwa ada sebuah 'monster' dibalik kedua hal ini?
Saya menulis ini berdasarkan pendapat saya pribadi dan nggak bermaksud menggurui lho.. Yang jelas, ini adalah semacam 'curhat' sekaligus protes kecil-kecilan saya sehubungan dengan kedua hal ini. Well, enjoy it!
1st round: Menertawakan
Menertawakan scr bahasa Indonesia menggunakan partikel me-an yang fungsinya menunjukkan suatu aksi/pekerjaan yang ditujukan pada diri sendiri atau pada orang lain. Pokoknya ada suatu objek yang dituju lah. Kata dasarnya adalah tertawa; reaksi akan suatu hal yang lucu, konyol, dst, secara harafiah.
NAmun, ada apa sebenarnya dibalik itu semua?
>> Possitive Impression
Menertawakan secara positif adalah menertawakan dalam arti sebenarnya. Menertawakan pelawak di acara TV, menertawakan tingkah laku teman yang kocak, dst. Bedanya, menertawakan versi ini adalah sebuah reaksi atas suatu kekonyolan, tanpa ada maksud buruk kepada orang yang ditertawakan.
>> Negative Impression
Menertawakan di sini memang sebuah reaksi atas hal yang konyol, namun 'menertawakan' yang ini adalah; tertawa sekaligus mengejek. Tawa yagn mengejek. Begitulah kira-kira.
Yang saya alami suatu hari adalah ketika seisi kelas menertawakan salah seorang teman saya (yang dianggap 'lebih rendah'/geek/'prik') ketika tulisannya dievaluasi oleh guru Bahasa Indonesia.
Yang mau saya kritik adalah; kenapa seisi kelas (saya sih ngga ketawa lho :D ) menertawakan dia? Mengapa mengejek dia? Padahal, nilai mereka sendiri JELEK-JELEK waktu mereka menyebutkan nilai mereka ke Pak Guru. Nilai mereka ngga melampaui SKBM dan karangan mereka sendiri juga banyak 'dicoret' oleh guru kami? Okelah, mereka boleh ngakak sepuasnya kalo kemampuan berbahasa mereka udah setingkat guru kami. Tapi, mereka pun belum bisa menghasilkan nilai bagus. So??
Ini terjadi karena tidak adanya pemahaman pd teman saya yang ditertawakan ini. Teman saya ini pernah cerita kalo dia emang agak 'lemah' di bidang bahasa Indonesia, dan waktu mengerjakan ulangan ini dia sedang ngga fokus. Jadi, wajar dong kalau karangannya kacau? Lalu, kenapa harus ditertawakan karena dia 'berbeda' dari yang lain?
Hei teman, ini berdampak buruk untuk psikologis dia lho. KAlian tahu ngga? Semakin kalian menertawakan orang lain, orng tersebut akan semakin terpuruk dan merasa ngga berarti kalo dia merespon secara negatif. Kalo orang itu nekat, kebayang 'kan tindakan apa yang bakal dia buat?? Efek sampingnya sangat, sangat parah kalau Anda mau berpikir lebih jauh.
>>Tips2 agar tidak menertawakan
Saya punya tips sederhana yang selalu saya pegang walaupun susah untuk melaksanakannya.
1. Membiasakan diri untuk memahami orang lain yang 'berbeda'
2. Mengenal karakter dia. Kalo emang dia 'kebal, ya.. okelah. Tapi kalo dia agak sensitif ya jangan diketawain lah..
3. Selalu up to date dalam mengevaluasi kelemahan diri sendiri. Kalo emang sama2 belum mampu, ya jangan ketawain orang lah.. haiyya
2nd round: Ditertawakan
Ini nih kebalikannya yang tadi. Saat ini anggaplah Anda dalam posisi ditertawakan.
Tunggu dulu, ditertawakan kenapa? Kalo ditertawakan karena Anda melawak atau tindakan konyol Anda yang tidak disengaja, ya terimalah.
Tapi, bagaimana kalo kelemahan Anda yang ditertawakan?
Kadang Anda bisa merasakan sendiri ketika Anda ditertawakan orang lain, apalagi mereka menertawakan Anda dengan maksud mengejek. Sakit hatikah Anda? Atau, marahkah Anda? Tentu saja. Reaksi itu pasti muncul walau tidak kita tunjukkan. Se-slow apapun pasti reaksi itu muncul walau dalam bentuk, "Idiihh.. apaan sih lu?", atau, "Yee.., sirik aja deh.."
Reaksi diatas muncul apabila Anda memiliki pengendalian diri yang baik. Anda dapat menyikapi cemooh dengan baik dan positif.
Dalam kasus teman saya, dia masih belum se-mapan anak SMU lainnya, sehingga belum bisa menghibur dirinya sendiri.Dia butuh bantuan orang lain untuk membangkitkan semangatnya. Inilah yang harus diolah sejak awal; pengendalian diri yang kuat dan keteguhan hati dalam menerima segala bentuk cemooh.
>> Tips2 ketika menghadapi cemooh:
1. Take it easy. Jangan terlalu sensitif menanggapi cemooh, tapi 'larutkan' cemooh dalam pikiran yang rasional.
2. Setelah tenang, evaluasikan cemooh tersebut. Kalau 'membangun', buktikan pada kesempatan berikutnya. Kalau cemoohnya 'ngga mutu' ya.., buang aja jauh-jauh. Ngga guna!
Sekianlah tulisan ini, semoga berguna bagi pembaca sekalian.... :)
Jumat, 13 Agustus 2010
pengalaman berharga
from my chronicle today
lega rasanya kalo udh melakukan sesuatu sesuai kata hati. Sekedar share, ini hal yg gue alami hari ini.
Waktu pulang sekolah gue udah mulai was-was karena lagi mendung. Gue males aja kalo ujan, secara gw ga bawa sandal jepit gitu. Yaudah akhirnya gue melewati rute 'biasa'. Eh, tau-tau ada anak kucing lari, lari ke arah got. Dia lompat ke got.........., dan 'nyangkut' di kursi kayu reot di atas got. Dia ga bisa keluar. Awalnya, gw kira dia cuma kecebur, tapi ternyata.... oh Tuhan.., kulit kakinya itu robek! Astaga....
Akhirnya ada tukang ojek di deket situ yang bantuin gue keluarin si kucing. Ternyata bener, kakinya si kucing itu kayak habis dibacok. Oh Tuhan.. Kami sempat mikir kalo kakinya ketabrak kendaraan, tapi jelas banget ada luka bekas pisau di kaki kucing itu. Untungnya tulangnya ngga kenapa-kenapa. Cuma kulitnya yang robek. Gue udah mikir, "apa gue bawa ke dokter hewan ya?" tp di deket sekolah gue ga ada dokter hewan, dan yang pasti, tadi duit gue cuma sisa Rp 1500 perak. Yaelah mau beli apa coba? Itu aja mau gue pake buat naik bis. Waduh gimana ya..? Eh, ternyata tukang ojek itu perhatiin gelagat si kucing yang ngeliatin air got; yang artinya itu kucing haus. Yaudah daripada dia minum air got terus ga bisa naik lagi, gue kasih aja aqua gelas.
Tapi kebingungan gue belum berhenti di sini.
Gimana caranya ngobatin kaki si kucing??
Yah akhirnya gue kerjasama sama abang tukang ojek. Dia jagain kucingnya, terus gue cari betadine. Gue pun tanya ke warung pulsa langganan gue. Tadinya gue udah bilang sama si tante kalo gue mau utang dulu. Eh, rupanya dia ada betadine cadangan, dan akhirnya gue dipinjemin. Aaaa!! Akhirnya!! HAbis itu si kucing pun diobati. Ampun dah susah banget ngobatin kucing. Dia mneronta-ronta padahal ga akan diapa-apain. Aduuhh! Wajar sih mungkin aja dia takut n parno. (bisa ya kucing parno?? haha)
Dan syukur pd Tuhan tulang si kucing ga kenapa-kenapa. Dengan dibantu abang ojek, si kucing berhasil di-betadine-ni. Aduh bahasa gue udah ngawur dah, hahaha.. :p
Akhirnya si kucing udah seger dikit walaupun pasti recovery-nya bisa lama banget. Gue cuma bantu doa aja biar si kucing cepet sembuh. Aminn
Anyway hari ini gw seneng karena gue ngga berjuang sendiri menghadapi peristiwa tadi. Ada abang ojek yang ngebantuin, ada tante yang kasih betadine, dan ada anaknya si tante yang bantuin gue pegangin kucingnya. Syukurlah dalam keadaan begini orang-orang di sekitar gue 'menerima' pesan gue yang minta tolong bantuan mereka. Hari ini gue belajar kalo kita semua saling berkaitan walaupun ngga kenal. Kita saling butuh!
Maka itu mulai sekarang, mari tingkatkan penghargaan kita pd semuanya, karena harmoni kehidupan tidak bisa didapatkan hanya dengan perjuangan sendiri.
Oya, jangan kasar-kasar deh sama binatang, 'kan kasian tuh kalo kejadiannya kyk tadi... hwhwhw
lega rasanya kalo udh melakukan sesuatu sesuai kata hati. Sekedar share, ini hal yg gue alami hari ini.
Waktu pulang sekolah gue udah mulai was-was karena lagi mendung. Gue males aja kalo ujan, secara gw ga bawa sandal jepit gitu. Yaudah akhirnya gue melewati rute 'biasa'. Eh, tau-tau ada anak kucing lari, lari ke arah got. Dia lompat ke got.........., dan 'nyangkut' di kursi kayu reot di atas got. Dia ga bisa keluar. Awalnya, gw kira dia cuma kecebur, tapi ternyata.... oh Tuhan.., kulit kakinya itu robek! Astaga....
Akhirnya ada tukang ojek di deket situ yang bantuin gue keluarin si kucing. Ternyata bener, kakinya si kucing itu kayak habis dibacok. Oh Tuhan.. Kami sempat mikir kalo kakinya ketabrak kendaraan, tapi jelas banget ada luka bekas pisau di kaki kucing itu. Untungnya tulangnya ngga kenapa-kenapa. Cuma kulitnya yang robek. Gue udah mikir, "apa gue bawa ke dokter hewan ya?" tp di deket sekolah gue ga ada dokter hewan, dan yang pasti, tadi duit gue cuma sisa Rp 1500 perak. Yaelah mau beli apa coba? Itu aja mau gue pake buat naik bis. Waduh gimana ya..? Eh, ternyata tukang ojek itu perhatiin gelagat si kucing yang ngeliatin air got; yang artinya itu kucing haus. Yaudah daripada dia minum air got terus ga bisa naik lagi, gue kasih aja aqua gelas.
Tapi kebingungan gue belum berhenti di sini.
Gimana caranya ngobatin kaki si kucing??
Yah akhirnya gue kerjasama sama abang tukang ojek. Dia jagain kucingnya, terus gue cari betadine. Gue pun tanya ke warung pulsa langganan gue. Tadinya gue udah bilang sama si tante kalo gue mau utang dulu. Eh, rupanya dia ada betadine cadangan, dan akhirnya gue dipinjemin. Aaaa!! Akhirnya!! HAbis itu si kucing pun diobati. Ampun dah susah banget ngobatin kucing. Dia mneronta-ronta padahal ga akan diapa-apain. Aduuhh! Wajar sih mungkin aja dia takut n parno. (bisa ya kucing parno?? haha)
Dan syukur pd Tuhan tulang si kucing ga kenapa-kenapa. Dengan dibantu abang ojek, si kucing berhasil di-betadine-ni. Aduh bahasa gue udah ngawur dah, hahaha.. :p
Akhirnya si kucing udah seger dikit walaupun pasti recovery-nya bisa lama banget. Gue cuma bantu doa aja biar si kucing cepet sembuh. Aminn
Anyway hari ini gw seneng karena gue ngga berjuang sendiri menghadapi peristiwa tadi. Ada abang ojek yang ngebantuin, ada tante yang kasih betadine, dan ada anaknya si tante yang bantuin gue pegangin kucingnya. Syukurlah dalam keadaan begini orang-orang di sekitar gue 'menerima' pesan gue yang minta tolong bantuan mereka. Hari ini gue belajar kalo kita semua saling berkaitan walaupun ngga kenal. Kita saling butuh!
Maka itu mulai sekarang, mari tingkatkan penghargaan kita pd semuanya, karena harmoni kehidupan tidak bisa didapatkan hanya dengan perjuangan sendiri.
Oya, jangan kasar-kasar deh sama binatang, 'kan kasian tuh kalo kejadiannya kyk tadi... hwhwhw
Langganan:
Postingan (Atom)